Anggaran Miliaran Rupiah Direalisasikan SMKN 1 Bukit Kemuning Kuat Dugaan Tumpang Tindih

DAERAH LAMPUNG UTARA

Trennews.co, Lampung Utara– Realisasi belanja dana bos Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bukit Kemuning tahun 2021 menghabiskan anggaran miliaran rupiah diduga tumpang tindih.

Pasalnya, anggaran diatas satu miliar lebih itu tak jelas juntrungannya, sebab, selain dana bos ada juga dari komite yang berasal dari pungutan ke siswa dengan besarannya Rp 90.000/siswa/bulan.

“Ya, kata mereka (komite) itu untuk menunjang sarana – prasarana, bayar guru honor dan keperluan lainnya di sekolah. Antar kelasnya beda – beda bayarannya, tapi kami hanya dapat bersyukur dapat selesai satu tahun sekolah disana. Meski harus mengambil pekerjaan lain, sebab, selama ini hanya ditopang dari petani kebun,” ungkap salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya, Minggu (19/6) malam.

Menurutnya itu,dilakukan berdasarkan masyarakat wali murid tergabung dalam komite sekolah. Dan mereka tidak dapat berbuat, takut dipermasalahkan anaknya bersekolah disana.

“Kalau tahun kemarin kan covid, itu sekolah (PTM) paling empat saja. Tapi bayaran tetap, sementara penghasilan cenderung menurun karena ada PPKM. Kami (wali) terpaksa mencari pekerjaan tambahan, karena untuk makan pun sulit,” terangnya.

Padahal, selain ditopang oleh anggaran pusat (Bos), mereka juga mengutip dari siswa dengan alibi hasil musyawarah. Yang nilainya mencapai total lebih dari Rp2,915 miliar. Dari beberapa item realisasi tercatat, seperti asesmen bernilai Rp 124,624 juta dan administrasi sekolah Rp51,036 juta tak dapat dijelaskan secara detail pihak sekolah hingga terkesan tumpang tindih.

“Kalau begini, memberatkan masyarakat dong. Khususnya wali murid,” timpal warga lainnya, Doni.

Sehingga menimbulkan asumsi liar pada masyarakat, sebab, selain ada pembiayaan berasal dana bos juga ada kutipan dari siswa yang nilainya lebih dari Rp 782,73 juta.

“Didalam asesmen dan administrasi sekolah itu ada kegiatan buat beli kertas, pena dan tinta. Begitu pun kegiatan sekolah, ada banyak macamnya termasuk buku, kertas dan pena juga. Selain itu, terdapat lomba – lomba dilaksanakan untuk menambah semangat siswa,” ujar Kepala Sekolah, Hamron Roya, Sabtu, 19 Juni 2022 petang.

Meski itu dilakukan saat pendemi sedang berlangsung tinggi, sebab, dalam masa zona merah. Sehingga tidak mungkin ada kegiatan, karena tidak diperkenankan dilangsungkan.

“Ya itu, seperti lomba membuat video pendek, dan lainnya masih dapat dilaksanakan,” terangnya.

Penelusuran dilapangan, total jumlah dana bos diterima dari pusat Rp 2,132,480 miliar lebih dari siswa berjumlah 1.049 orang di triwulan III/IV masing – masingnya senilai Rp 503,520 juta. Dengan realisasi assesment/evaluasi pembelajaran Rp66 juta; administrasi kegiatan sekolah Rp97.810 juta; pemeliharaan sarana – prasarana Rp 30 juta; pembayaran honor 41 guru Rp 278.420 juta.

“Untuk jumlah siswa, itu bukan berubah tapi pembaharuan di dapodik itu dilakukan secara bertahap. Biasa pada bulan delapan, sehingga tak ada persoalan,” klaimnya.

Lalu, di triwulan 2 jumlah siswa ada 1021 orang, dengan jumlah penerimaan dana bos Rp635,440 juta yang direalisasikan pada pengembangan perpustakaan Rp153,100 juta; pemeliharaan sarana – prasaran Rp 90,097 juta; honor Rp 364,390 juta.

Dan di triwulan pertama, ada 939 siswa jumlah bosnya mencapai Rp 490 juta, realisasinya guru honor Rp 424.280 Juta; asesment evaluasi pembelajaran Rp 124,624 juta; administrasi kegiatan sekolah Rp51,036 juta.

“Itu telah direalisasikan semua, dan pertanggung jawabannya telah kita setor kepada Inspektorat (provinsi) dan Dinas (Disdikbud),” ujarnya.

Terkait rincian yang dipertanyakan dari realisasi anggaran pusat maupun komite itu, Hamron mempersilahkan untuk bertanya langsung kepada bawahannya yang jadi bendahara, sebab dia tak dapat memberikan penjelasan rinci terkait item – item dalam realisasi dana bos.

Namun sayang, saat dihubungi tak dapat memberikan jawaban. Sehingga menimbulkan tanda besar, bahwasanya tumpah – tindih dinilai itu benar adanya.

“Saya hanya menjalankan tugas mas, kalau terkait itu (dana bos) silahkan tanya kepada kepala sekolah karena dia paling berwenang,” ungkap salah seorang bawahannya, Sri, sekaligus bendahara Komite.

Kepala SMKN 1 Bukit Kemuning beralibi tetap konsisten pada pendiriannya, bahwasanya semua telah terealisasi sesuai peruntukannya. Dan selama ini tak ada persoalan, meski jelas dipertanya oleh awak media.

“Kalau itu (rincian) tak ada persoalan, semua telah kita realisasikan,” ujarnya.

(P/Ap)

:Views: 36 Total, Dilihat Hari ini 4 Kali

Bagikan Trennews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.