Bijak Bersosmed, Mahasiswa UMKO Sosialisasi UU ITE

LAMPUNG UTARA PENDIDIKAN

Trennews.co, Lampung Utara-Di era digitalisasi saat ini di kalangan Masyarakat baik anak anak remaja maupun kalangan orang tua perlu memperhatikan bijaknya bersosial media (sosmed) untuk menghindari perpecahan antara individu atau kelompok orang.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) melaksanakan kegiatan Sosialisasi di kalangan remaja tentang undang undang informasi dan transaksi elektronik (UU ITE) Nomor 11 Tahun 2008 mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik atau teknologi secara umum, oleh mahasiswa jurusan hukum kuliah kerja nyata (KKN) dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Ruhly Kesuma Dinata,S.H.,M.H kegiatan di laksnakan di Kelurahan Kota Alam Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara, Selasa (25/08/20) yang lalu.

“Oleh karena itu perlu adanya sosialisasi mengenai apa dampak hukum dari prilaku sehari-hari kita baik dalam menggunakan perangkat media sosial ataupun perilaku keseharian kita secara langsung dalam bermasyarakat, ” jelas Ananto Sampoerna Jaya dan Anggotanya kepada wartawan Trenewss.co,(26/08/20).

Ananto Sampoerna Jaya mengutip, pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo) Johnny G Plate seperti yang di muat laman media  Kompas.com menilai foto yang diunggah aktris Tara Basro di akun Twitter-nya pada Selasa (3/3/2020) tak melanggar pasal kesusilaan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Pernyataan Johnny berbeda dari pernyataan Kabiro Humas Kemenkominfo Ferdinand Setu yang menyatakan foto tersebut melanggar UU ITE.

“Kata siapa melanggar UU ITE? Enggaklah. Harus dilihat baik-baiklah. Jangan semua hal itu didiametral begitu. Ada yang mengetahui itu. Evaluasinya adalah itu bagian dari seni atau bukan. Kalau itu bagian dari seni, maka itu hal yang biasa. Namanya juga seni,” ujar Johnny di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Kemudian, pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate yang menyatakan sampai pertengahan April 2020 telah terjadi 554 berita atau informasi bohong (hoax) soal Virus Corona yang tersebar di 1.209 platform media sosial, baik Facebook, Instagram, Twitter, maupun YouTube.

“Kami melihat dari kacamata hukum perlu adanya sosialisi ini dilaksanakan agar tidak terjadi pelanggaran hukum di tengah masyarakat baik individu maupun kelompok, sebab ancaman hukum sangat berat,”terangnya.

Masi dikatanya, setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik/ elegal elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik,ujaran kebencian sara, maka ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750 juta,” paparnya.

“atas dasar dasar inilah mengapa kami memberikan pembekalan serta pengarahan kepada masyarakat umumnya di kalarang generasi muda yang ada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Lampung Utara, agar memperhatikan kaidah kaidah dan azas manfaat dalam berinterkasi sosial serta bijak dalam mengunakan media sosia (sosmed) maupun dalam bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari,”
pungkasnya. (Tim)

:Views: 565 Total, Dilihat Hari ini 1 Kali

Bagikan Trennews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *