Bustami Zainuddin Minta Produksi Padi di Daerah Digenjot

JAKARTA NASIONAL

Trennews.co, Jakarta- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi kenaikan produksi padi di Indonesia pada 2020 dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi padi pada 2020 sebesar 54,65 juta ton gabah kering giling (GKG), mengalami kenaikan sebanyak 45,17 ribu ton atau 0,08 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 54,60 juta ton GKG.

Hanya saja, untuk sebaran daerah sentra produksi beras dominan masih di beberapa provinsi di Pulau Jawa seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Hal itu mendapat perhatian serius Wakil Ketua Komite II DPD RI Bustami Zainuddin.

Senator Dapil Lampung itu meminta daerah lain ikut dipacu produktivitasnya. Ia menilai ada banyak daerah yang bisa berkontribusi besar bagi peningkatan kapasitas produksi padi sepanjang dapat dioptimalkan.

“Peningkatan produksi padi secara kuantitas dapat dipacu di provinsi lain seperti Lampung dan Sulawesi,” tutur Bustami dalam keterangan resminya, Kamis (4/3/2021). Kuncinya, kata dia, tentu saja penggunaan teknologi pertanian mumpuni yang diharapkan dapat menjadi pendorong peningkatan produktivitas.

“Kita harus mulai beralih pada penerapan teknologi pertanian seperti penggunaan alat mesin pertanian untuk pengilingan padi kering untuk meningkatkan kualitas pangan,” tuturnya.

Mantan Bupati Waykanan Lampung itu menegaskan, dominasi Pulau Jawa sebagai sentra produksi padi dipicu karena beberapa faktor seperti penambahan areal tanam baru, kostraling dan food estate. “Peningkatan produksi padi merupakan komitmen pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan. Maka, kita harus berkonsentrasi untuk hal tersebut,” tutur Bustami.

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berharap potensi peningkatan produktivitas ini harus didorong oleh pemerintah agar dapat digenjot pertumbuhannya. Mengingat, pemerintah memiliki program besar ketahanan pangan yang tengah dalam tahap implementasi.

“Program ketahanan pangan ini bisa didorong melalui peningkatan kualitas dan produktivitas hasil pertanian. Salah satu opsinya adalah dengan menggunkan teknologi mesin pertanian yang dapat memacu produktivitas,” tutur LaNyalla.(*)

:Views: 342 Total, Dilihat Hari ini 3 Kali

Bagikan Trennews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.