Iso Nyawang Ora Iso Nyanding Kilas Pepatah Jawa

LAMPUNG UTARA PUISI DAN SOSOK

Trennews.co,Lampung Utara- Iso nyawang ora iso nyanding kilas pepatah Jawa, “SURATMAN,”Suratan Tak Menerima Takdir”, adalah ungkapan lirih seorang pemuda 19 tahun, Warga Desa Gilih Suka negeri Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten lampung utara (Lampura), Aji Saputera yang kerab dengan sapaan Bung Aji.

Pemuda tampan yang sedang di landa gundah gulana karena di hianati kekasih pujaan hatinya, gadis cantik, lembut manis kulit putih bermata sipit dengan kesempurnaan fisik tiada tara di mata pemuda malang berbadan ramping kulit hitam manis namun berwajah tampan pekerja arang asal Kecamatan Abung Selatan, Minggu (23/08/2020).

Linangan air mata pemuda malang menceritakan jejak dan kisah perjalanan dirinya menjalin hubungan asmara bersama wanita pujaannya.

Menurut bung aji, wanita yang selalu di sayanginya hingga sepenuh jiwa, rela menghiati cinta yang bersemi subur dan telah menggunung di hatinya, bertahun – tahun menjalin kebersamaan, tidak sedikit pun hati berpaling ke wanita lain karena “Aku cinta mati kepada dia,” ungkapan aji kepada awak media trennews.co, lanjut aji, penyesalan tiada guna, seandainya saya tau dia tidak mencintai saya, tidakan mungkin saya pendam rasa untuk dia mas, tutur aji sembari ia mengusap tisu nembasuh air mata yang tak henti membasahi pipi hitam pemuda malang itu.

Sambung aji, semua kisah bermula pada saat kami pergi merantau ke pulau jawa, entah mengapa setibanya di pelabuhan penyeberangan Bakauheni Lampung Selatan, Tuhan mempertemukan kami. Dari perjumpaan tersebut keakrabpan di antara kami berdua mulai terasa, dia menceritakan berbagai pengalamannya semasa sekolah hingga lulus dan berniat mencari kerja, begitupun dengan saya menceritakan kisah dan perjalanan saya meninggalkan rumah dengan bermodal tenaga dan berniat mencari kerja untuk membantu ekonomi orang tua.

” Dalam hitungan jam keakrabpan di antara kami kian terasa, kami saling bertukar nomor hanphon seluler, berfoto bersama layaknya pasangan yang sedang jatuh cinta mas.” Setelah sehari menempuh perjalanan kami pun tiba di jakarta, maklum kami anak desa setiba di ibu kota kami kebingunan jangankan untuk mencari kerja untuk mencari kontrakan pun kami tidak tahu mau ngontrak di mana, Alhamdulillah di saat kami sedang kebingungan mencari kontrakan, tiba – tiba datang seorang bapak mengenakan baju koko dan berpeci menghampiri kami, lalu si bapak bertanya kepada kami, ” Nak, kenapa kalian tampak seperti orang kesasar, tanya si bapak berpeci kepada kami, saya pun menjawab ” ia, pak !! Kami sedang kebingunan, kami baru tiba dari kampung, kami ingin mencari kontrankan pak, alhamdulillah ternyata si bapak juga memiliki kontrakan dan kebetulan kontrakan si bapak ada tiga ruang kamar yang belum terisi. Singkat cerita kami berdua pun tinggal pisah kamar di kontrakan si bapak.

Nasib baik sedang bersama saya mas, karena selang dua hari saya di kontrakan si bapak, saya mendapatkan pekerjaan menjari tukang parkir di salah satu gudang di jakarta, dan gadis yang saya cintai tersebut sementara waktu belum mendapatkan pekerjaan “alias masih ngangur.

” Di luar dugaan saya gadis pujaam saya ngangurnya kebablasan hingga uang sakunya habis untuk biaya hidup, karena rasa cinta yang tidak terbendung, saya pun mengungkapkan kata kepada dia, ” sayang jangan khawatir saya akan bantu kamu, dan saya akan bantu biaya hidup kamu sampai kamu mendapatkan pekerjaan.” Kata bung aji

Singkat cerita, gadis pujaan saya pun mendapatkan pekerjaan di terima bekerja di salah satu perusahaan alfamart, saya sangat senang mendengar kabar baik tersebut Akan Tetapi di luar dugaan saya mas, setelah dia mendapatkan pekerjaan di salah satu alfamart gadis pujaan saya malah menjalin asmara dengan laki – laki lain, hancur berkeping – keping rasanya hati saya setelah saya mendapati gadis pujaan saya menjalin cinta dengan lelaki lain.

“Ya apes mungkin mang dia bukan jodoh buat saya mas, sejak peristiwa itu saya banyak belajar dan saya banyak merenung akan perjalanan cinta di perantauan, saya jadi ingat pesan ibu, bahwa jangan mudah jatuh cinta kepada wanita, karena penghianatan cinta sangatlah menyakitkan, seperti pepatah orang jawa Iso Nyawang Ora Iso Nyanding inilah kisah dan perjalanan cinta saya mas,”tutup bung aji.
Penulis : Apriansyah/ Kodri

:Views: 1,178 Total, Dilihat Hari ini 1 Kali

Bagikan Trennews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *