Petani Mandiri, Dinperbun Way kanan Gelar Pelatihan dan Pembinaan Sijapuk

DAERAH WAY KANAN

Trennews.co, Way Kanan-Kepala Dinas Perkebunan (Dinperbun) Kabupaten Way Kanan Arifin S.Sos., M.M bersama Kepala Bidang Bina Usaha Rohim, S.P., M.M bersama Ahli Muda Kebijakan Syamsuri S.Sos M.M Ahli Muda Pengawas Alat dan Mesin Pertanian Firmansyah, S.Hi serta Tenaga Pendamping Dinas Perkebunan Kecamatan Rebang tangkas, mengadakan kegiatan Pelatihan dan Pembinaan SIJAPUK (Sistem Jaminan Pupuk) Menuju Pekebun Unggul dan Sejahtera di 4 titik lokasi yaitu Kampung Madang Jaya Kampung Beringin Jaya Kampung Gunung Sari dan Kampung Mulya Jaya Kecamatan Rebang tangkas Kabupaten Way Kanan pada hari Senin s/d Jumat (28/03 s/d 1/04/2022).

Kegiatan Pelatihan dan Pembinaan ini dihadiri oleh Kepala kampung Madang Jaya kelompok tani Makmur, Kampung Beringin Jaya kelompok tani subur, Kampung Gunung Sari kelompok tani Harapan dan Kampung Mulia Jaya kelompok tani Maju Lancar.

Pada kesempatan ini Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Way Kanan Arifin, S.Sos., M.M menyampaikan tujuan dalam Pelatihan dan Pembinaan pembuatan pupuk organik sebagai upaya mengurangi ketergantungan Petani dalam penggunaan pupuk anorganik (pupuk kimia). Pemanfaatan pembuatan pupuk organik sangat baik untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kembali kesuburan tanah, kandungan unsur hara pada tanah, serta pupuk organik disebut juga ramah lingkungan

Selanjutnya Kepala Bidang bina usaha Rohim, S.P., M.M menyampaikan bahwa kekompakan dan kebersamaan anggota menjadi Kunci keberhasilan kelompok mandiri. Oleh karena itu dalam setiap kegiatan dan program harus diatasi pada penguatan kemandirian kelompok tani .

Selanjutnya kelompok tani yang mandiri akan lebih banyak memberikan manfaat bagi anggotanya daripada kelompok tani yang masih mengandalkan pada bantuan. Harapan kedepannya petani telah memiliki keterampilan mengolah pupuk organik secara mandiri serta dapat diaplikasikan pada tanaman perkebunan. “ungkapnya Rohim”.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian pemberian materi dan informasi mengenai teknis bahan-bahan, tata cara pembuatan serta membimbing dalam praktek oleh Syamsuri, S.Sos., M.M,. dan Firmansyah, S.Sos., M.M Pemberian materi pupuk organik sangat penting artinya untuk lebih cepat penguasaan konsep organik tersebut sehingga ketika diberikan praktek pembuatan pupuk organik tersebut, petani kan lebih mudah memahami dan bisa mengembangkannya secara mandiri.

Untuk pembuatan pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak, sampah lingkungan sekitar seperti daun-daun kering, pohon pisang yang umumnya sudah berbuah dan matang akan panen, biasanya pohonnya langsung di tebang. Tak jarang, batangnya pun terbengkalai hingga membusuk lalu terurai menjadi kompos sendirinya sehingga kerap mengganggu pemandangan.

Kemudian batang Pisang dicacah hingga berukuran kecil, kemudian sebagai aktivator yaitu melarutkan EM-4. Lalu disiram merata sampai mencapai kelembapan 60%. Kemudian ditutup menggunakan terpal. proses di lakukan pembalikan dengan interval waktu setiap 7 hari sekali selama 24 hari untuk menyediakan oksigen baru dan penurunkan panas yang bisa lebih tinggi dari 65 °C. Mulai hari ke 24 sampai 28 dilakukan pendinginan dan pematangan (curing) hingga pupuk organik siap digunakan.(Arafik)

:Views: 104 Total, Dilihat Hari ini 4 Kali

Bagikan Trennews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.