Sambut Ramadhan, Kejari Way Kanan Pererat Silaturahmi

DAERAH WAY KANAN

Trennews.co, Way Kanan- Marhaban ya Ramadhan Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1443 H, Kepala Kejaksaan Negeri Way Kanan H.Susilo.S.H., didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Kejari Way Kanan Ibu Afifatul Munawaroh, S.Pd. mengadakan malam keakraban dengan seluruh Jaksa dan Pegawai beserta Honorer Kejaksaan Negeri Way Kanan, Rabu (30/03/21).

Sekilas dalam sambutan dan Tausiyah nya Kajari mengharapkan ikatan silaturahmi dan keakraban terus terjalin antar sesama pegawai.

“Hidup ini sementara, akhirat selamanya untuk itu marilah kita sambut Ramadhan ini dengan penuh kegembiraan dan kita latih diri kita untuk senantiasa menjalankan segala perintah Allah Swt ” ujarnya.

Sementara Kasi Intelijen Pujiarto.SH.MH mewakili seluruh Jaksa, Pegawai dan staf menyampaikan permohonan ma’af atas khilaf dan lalai.

” Kami yang muda ini pasti banyak salah dan lalai, sudah sepantasnyalah meminta ma’af pada Kejari dan Ibu Ketua IAD” sambung beliau.

Pada acara malam keakraban tersebut tampak seluruh pegawai bergembira dan saling maaf memaafkan dengan harapan dengan hati yg bersih tulus ikhlas menyongsong bulan Suci Ramadhan 1443 H. kita sebagai umat islam harus bergembira menyambut bulan.suci ramadhan,sebagaimana hadits rasulullah yang berbunyi
ﻣَﻦْ ﻓَﺮِﺡَ ﺑِﺪُﺧُﻮﻝِ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺟَﺴَﺪَﻩُ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﻨِّﻴْﺮَﺍﻥِ

“Barangsiapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka. (Nash riwayat ini disebutkan di kitab Durrat An-nasihin
karena dengan gembira berpuasa,,maka dosa setahun yang lalu dihapus berdasarkan hadits
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

Artinya: “Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya pada masa lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)
bagaimana jika awal puasa ramadhan berbeda dalam penghitunganya, mana yang diikuti, berdasarkan kaidah fiqih
حكم الحكيم الزمون ويرفع
الخلف
kaidah fiqih islam ini
artinya keputusan pemerintah itu mengikat dan menghentikan perbedaan
misal muhammadiyah cara menghitung awal puasa dengan hisab atau ilmu falak,awal puasa tgl 2 april 2022,
sedangkan NU dan pemerintah,tidak hanya pakai hisab,tapi rukyat hilal,menghasilkan tgl yang berbeda,yang nanti sekitar tanggal 1 april 2022 kemenag akan melakukan itsbat, maka kita tunggu penentuan awal puasa pengumunan dari pemerintah,
maka berdasarkan kaidah fiqih tersebut ,yg diikuti pemerintah
dalil hadits agar penentuan awal mengikuti pemerintah yaitu seorang yang melihat hilal, siapapun itu tetap harus melapor dan memberikan keputusan sepenuhnya pada pemerintah,rasul sebagai kepala negara.

جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ فَقَال : إِنِّي رَأَيْتُ الْهِلاَل – يَعْنِي رَمَضَانَ – قَال : أَتَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ؟ أَتَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُول اللَّهِ ؟ قَال : نَعَمْ . قَال : يَا بِلاَل أَذِّنْ فِي النَّاسِ أَنْ يَصُومُوا غَدًا

Seorang a’rabi datang kepada Nabi SAW dan melapor, “Aku telah melihat hilal”. Rasulullah SAW bertanya, “Apakah kamu bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan-Nya?”. Dia menjawab, “Ya”. Beliau berkata, “Bilal, umumkan kepada orang-orang untuk mulai berpuasa besok”. (HR. Tirmizy dan An-Nasa’i)
namun demikian dikembalikan kepada keyakinannya masing masing, kapan awal waktu puasa ramadhan yang penting dalam beribadah dapat khusu dan tetap menjaga ukhuwah islamiyah serta menjaga persatuan NKRI
Acara berlangsung tertib dan diakhiri dengan D’oa serta makan malam bersama.(Arafik)

:Views: 178 Total, Dilihat Hari ini 2 Kali

Bagikan Trennews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.